Postingan

Malu Tanpa Jumlah Juz

Apakah kemunafikan mu pernah bicara ? Ia semakin malu saat diabaikan Saat terpaksa memalsukan pengakuan Kalam Tuhan Ku Bertutur dengan sebenar-benar penuturan Dengan sebaik tata bahasa Dengan seanggun bait yang mengalun Tiada aku sanggup menahannya terlalu lama dalam ejaan terbata-bata Duhai kalimat syahdu penyejuk jiwa Sihir yang mengungguli seluruh penyihir, menyihir bangsa jin sehingga taajub, Menundukan, Menafikan kekafiran, meneguhkan iman _"innaa sami'naa Qur'aanan 'ajabaa.. Yahdii ilarrusydi fa aamannaa bih"_ Lembutkan juga daku,  wahai Nabi Dengan bacaanmu Yang merdu, melelapkan setiap pemangsa,  menundukan setiap pencekal Kesertaan dari rakaat ke rakaat Memikat khusyuk Adakalanya jiwa menyalahkan Mengapa tak memilih diam, untuk mengeja dengan seksama Untuk menyelam semakin dalam, Lautan wahyu yang kaya harta Tiadalah salah Sebab pengamalan atas apa yang dipesankan Menuntutmu untuk tidak pernah diam Memandu setiap perilaku ...

SOAL MASYARAKAT BERKEMAJUAN

Bacaan ku tentang kartini sedang mamsuki bagian ke empat. Berkaitan dengan dunia Barat yang dikenal Kartini. 142 halaman sebelumnya adalah kalimat-kalimat penuh makana yag memanjangkan usia, yang kumaksud, ia telah membawa ku hidup 3 – 4 abad sebelum lahirku di dunia. Sepanjang itu ribuan rencana perlu digagas sadar, sebab pelajaran melimpah tak kurang memberi cerminan social masyarakat di masa pra Merdeka, saat dimana bangsa ku belum mendeklarasikan dirinya sebagai sebuah bangsa, namun tercocok hidungnya seperti kerbau oleh kehendak kolonial yang menghimpun segalanya dari Hindia. Penindasan feodalisme yang membodohi Rakyat terutama dari segi ketunduk – patuhannya kepada yang tidak patut. Mereka serahkan pengabdian untuk kaum imperialis yang terang-terangan telah menjajah dan menindas, memeras seluruh keringat, membuatnya harus berbungkuk-bungkuk menyembah bangsa kulit putih, yang di saat yang sama bangsa kulit putih itu sedang merampas segala kekayaan mutlak masyarakat Hindia...

KAMMI dan "sumu" Jakarta-ku

Aku Selagi dalam masanya, aku ingin tetap hidup menjadi  KAMMI dominan. Yang produktif tanpa membuang waktu, tanpa membuang desah di tengah deru. Hasrat detik-detik ku, adalah ribuan karya sepenuh sadar, yang disengaja, yang tertuju mulia. Aku ber-asa, menyambung nafas, di luar Jakarta sana.  Menegakkan pengabdian, menyita jam demi jam untuk segala yang ada dalam tangan, pikir, dan rasa ridlo ku. Ibu kota bagiku, laksana menyerahkan diri pada ketidak becusan pengelola kota, pada pejabat yang gagal berdiri, yang terperangkap, yang tersekam dalam bingungnya; akan diapakan fatahillah ini. Sebagian orang bermimpi, urban, untuk hidup yang layak. Tapi kelayakan hidup bagiku jauh tidak layak jika distandarkan pada materi dan modernisasi. Ber-KAMMI bagi ku adalah karir, yang berjenjang yang bertujuan, yang menghasilkan. Yang aku cintai sebagai jalan menuju pulang. Pulang kepada Allah. Ber-KAMMI aku sungguhi, karena tiada permainan yang boleh diketengahkan dalam hidup, dalam me...

MEMBANGUN MANUSIA MERDEKA : DIANTARA FAEDAH ZAKAT

Dalam daftar mustahiq zakat (orang yang berhak menerima zakat), dalam Al-Qur;an Allah SWT menerangkan ke delapan golongan yang menjadi sasaran penerima zakat. Redaksi ayat dalam arti bahasa Indonesianya begini, “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat (amilin), para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah SWT, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Q.S At-Taubah : 60) Keterangan tersebut merupakan dalil qath’i yang Allah SWT tetapkan kepada orang-orang yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Disamping berbagai faedah yang didapatkan, kepatuhan kita terhadap Al-Qur’an merupakan suatu konsekuensi logis yang tidak dapat ditawar-tawar, sehingga pemenuhan atas perintah dan anjurannya merupakan suatu keharusan meskipun ia tanpa manfaat materiil secara langsung...

Konseling : Kebutuhan Manusia Masa Depan

Di awal pertemuan Calon Mahasiswa penerima beasiswa Qur'an, seorang pembimbing menerangkan hak pembelajaran yang akan diperoleh pada prodi Healing Counseling (dahulunya), yang kemudian terjadi perubahan nomenklatur bernama Bimbingan Penyuluhan Islam Konseling, hingga diresmikan berdasarkan opsi dari pihak kopertais menjadi Bimbingan Penyuluhan / Konseling Islam, dengan gelar Sarjana Sosial Islam di akhirnya.  Tidak dapat ditebak secara pasti, apa yang akan menjadi dasar keilmuan dominan dalam program studi ini, awalnya. Namun, posisi prodi yang dinaungi oleh Fakultas Psikologi, memberikan deskripsi singkat bahwa kajian ilmu jiwa adalah pembahasan sentral yang akan menjadi hidangan keseharian kelak. Yang kemudian disematkan "Islam" sebagai penegas kerangka keilmuan yang diajarkan. Dalam pada itu ditemukanlah bahwa Konseling merupakan tema sentral program studi ini.  Dalam berbagai arahannya kepala prodi, (Ustadz) Abdullah Hakam Shah, Lc., M.A berulang kali menggambarka...

Refleksi dari Sebait Notulensi Perempuan KAMMI Jakarta

  Melukis Warna Masa Depan Jakarta             Menjelang pemilihan gubernur Ibu Kota, jagat perpolitikan tanah air dibuat riuh menyoal kandidat atau bakal calon yang akan mengisi kursi pemerintahan DKI 1. Sebagai Ibu kota negara, Jakarta tentu menjadi trend setter gerakan yang menjadi representasi dari Indonesia di mata bangsa dan dunia. Kesibukan ini pun dilengkapi dengan rencana pilkada yang akan dilakukan serentak di tahun 2017 nanti. Aktivitas paling wajar dari fase pemilihan pemimpin ini adalah adanya pengenalan tokoh yang menjadi tumpuan harapan masyarakat dalam membawa perubahan tata kehidupan yang lebih baik. Dan disinilah momen setiap warganya melukiskan warna masa depan. Sejauh ini, upaya pengenalan tokoh yang akan dicalonkan sebagai pimpinan pemerintahan daerah ataupun pusat, dilaksanakan dengan cara kampanye langsung ataupun tidak langsung, yang pada intinya mengacu pada personal branding, sebagai legitimasi m...

Pelajaran di Sekolah ?

Apa yang kau pelajari di sekolah hari ini, anakku ? Aku diajari bahwa Washington tidak pernah berdusta, Aku diajari bahwa tentara itu tidak gampang mati, Aku diajari bahwa setiap orang punya kebebasan Begitulah yang diajarkan guruku. Itulah yang aku pelajari di sekolah, hari ini Itulah yang aku pelajari di sekolah Aku diajari bahwa polisi adalah sahabatku, Aku diajari bahwa keadilan tidak pernah mati, Aku diajari bahwa pembunuh itu mati karena kejahatannya sendiri, Meski kadang kita juga membuat kesalahan Aku diajari bahwa pemerintah harus kuat, Pemerintah selalu benar dan tak pernah salah, Pemimpin kita adalah orang yang paling bijak, Dan lagi-lagi kita akan memilih mereka. Aku diajari bahwa perang itu tidak begitu buruk, Aku diajari bahwa ada sebuah perang besar yang pernah terjadi, Kita dulu pernah berperang di Jerman dan Perancis, Dan mungkin suatu saat aku akan berperang. Itulah yang aku pelajari di sekolah hari ini, Itulah yang aku pelajarti di sekolah...